KONSEP MEMBER RELATION MANAGEMENT

April 5th, 2010 by luphkimm Leave a reply »
Oleh:
Danang Nindya Ramadhan
Kabid.PSDA 2007/2008
Anggota merupakan sumber daya utama dalam sebuah koperasi, karena koperasi ada dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Anggota diharapkan menjadi sebuah driver pembangunan dalam koperasi. Untuk kasus kopma UGM. Data analisa 2006 menunjukan kontribusi anggota di sisi pelanggan masih menunjukan hasil yang tidak signifikan, sebesar 3,7 %, diikuti dengan peran pemilik yang belum menunujukan hal yang menggembirakan, dan peran anggota di dalam kegiatan kopma yang masih berkisar pada angka 33,7 % dari jumlah anggota yang terdaftar sebanyak 1119. Dari data tersebut perlu diadakan sebuah treatment khusus dari organisasi untuk membuat solusi atas permasalahan ini.
-
Salah satu kunci permasalahan ini adalah:
  1. kurang baiknya komunikasi organisasi dengan para anggotayang tersebar di universiatas maupun umum, sehingga anggota kurang mendapatkan informasi yang up to date tentang perkembangan dan kegiatan yang ada di organisasi. Solusi dari kasus ini, diharapkan adanya sebuah member information center, minimal ada sebuah information contact person, sebagai pusat informasi organisasi ketika ada anggota yang sedang membutuhkan, ataupun informasi penting dari organisasi yang perlu diberikan pada anggota. Hal ini menjadi titik poin Member Relation Management (MRM). Pemanfaatan media external, seperti media elektronik ( e-mail, web, dan milis) yang dikelola secara professional, dan up to date, penting pula dilakukan, dan media cetak eksternal organisasi yang sampai saat ini belum maksimal, baru sebatas MEDIKOPMA saja, diharapkan ada sebuah media khusus ataupun memanfaatkan media yang sudah ada untuk lebih menjangkau wilayah yang lebih luas tidak hanya di eksternal saja. Perlu di catat pula, pentingnya sebuah tim yang khusus mengurusi publikasi organisasi, karena publikasi organisasi yang ada pada saat ini belum dikelola secara professional dan kurang menjangkau masyarakat luas, ataupun minimal wilayah UGM.
    -
  2. kurang perhatiannya organisasi dalam mengelola calon anggotayang potensial masuk sebgai anggota kopma. Tercatat menurut laporan tahunan kopma per tahun, calon anggota yang dinyatakan diterima per tahun lebih besar daripada yang teregistrasi atau mendaftarkan ulang pasca penerimaan. Solusi dari masalah ini, adanya sebuah program call back bagi calon anggota yang belum mendaftarkan kembali, sehingga diingatkan untuk registrasi ulang, karena yang bersangkutan sudah lolos seleksi menjadi anggota kopma. Solusi ini bisa diperluas bagi anggota yang belum maksimal menjadi pelanggan, pengingat bagi yang belum membayar simpanan,dan memanggil kembali anggota yang dulunya pernah aktif di kegiatan- kegiatan kopma, untuk dapat aktif kembali. Solusi ini merupakan titik poin dari MRM.
    -
  3. Kurangnya informasi umum tentang organisasi kepada khalayak umum, ataupun mahasiswa di lingkungan UGM pada umumnya. Organisasi sebesar kopma,membutuhkan sebuah blow up media informasi yang besar pula, terutama tentang informasi perkembangan dan kegiatan yang dilakukan dan dilaksanakan oleh organisasi. Seperti yang disebutkan menjadi solusi permasalahan nomor satu, diperlukan sebuah tim khusus yang dikelola secara professional untuk memback up urusan organisasi di bidang publikasi, entah itu publikasi organisasi ataupun kegiatan anggota dan usaha.

Advertisement

Leave a Reply